Reaksi Kimia: Pengertian, Ciri, Rumus, Contoh Soal

Reaksi kimia adalah salah satu bentuk reaksi yang banyak terjadi di sekitar kita selain reaksi fisika. Reaksi kimia tidak hanya terjadi secara disengaja di dalam laboratorium kimia saja namun dapat terjadi secara alami karena faktor alam. Bahkan, di dalam tubuh manusia setiap waktunya mengalami perubahan kimia.

Pengertian Reaksi Kimia

Reaksi kimia merupakan suatu proses reaksi yang mengubah beberapa zat berbeda hingga menghasilkan zat baru yang beda dengan zat awalnya. Reaksi kimia akan mengatur ulang atom pada zat reaktan sehingga dihasilkan zat baru yang berbeda.

Reaksi kimia banyak terjadi di permukaan bumi, lautan hingga atmosfer. Reaksi kimia berbeda dari reaksi fisika yang tidak mengubah bentuk kimia dari zat tersebut. Contoh reaksi fisika adalah es yang mencair menjadi air tidak mengubah identitas kimianya yakni H2O namun hanya bentuk fisiknya saja.

Mengenal Sifat Kimia Zat

Sebelum membahas lebih lanjut terkait karakteristik reaksi kimia, maka penting untuk membahas bagaimanakah sifat kimia pada zat. Sifat kimia merupakan sifat yang terlihat pada suatu zat saat zat tersebut mengalami reaksi atau perubahan menjadi senyawa lainnya. Beberapa sifat kimia zat yakni:

  1. Kestabilan

Sifat kestabilan merupakan kemampuan suatu senyawa untuk bisa mempertahankan dirinya akibat adanya dekomposisi atau perubahan di lingkungan alamiahnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kestabilan suatu zat yakni faktor panas, udara, cahaya, reaksi kimia lain, dan tekanan.

Contoh senyawa yang memiliki kestabilan rendah karena mudah rusak adalah stirofoam. Stirofoam adalah zat yang saat ini banyak dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan seperti mie instan. Stirofoam termasuk jenis plastik yang memiliki kandungan zat kimia polistirena.

Zat kimia ini banyak diduga oleh para ahli menjadi pemicu kanker pada tubuh. Stabilitas stirofoam sangat rendah terhadap panas sehingga plastik ini akan mudah rusak ketika terpapar panas tinggi.

  1. Kereaktifan

Reaktivitas adalah ukuran untuk menunjukkan mudah atau sulitnya suatu senyawa untuk bereaksi dengan zat yang lainnya. Contoh benda yang memiliki reaktivitas tinggi adalah karbid yang mempunyai rumus kimia CaC2.

Karbid ketika dimasukkan ke dalam air maka karbid akan langsung bereaksi sehingga menghasilkan gas asetilena dan panas. Sifat gas asetilena sangat mudah terbakar sehingga dimanfaatkan untuk pengelasan logam.

Contoh benda yang memiliki sifat tidak reaktif adalah aluminium. Oleh karena itu, material aluminium digunakan sebagai material untuk membuat peralatan memasak seperti panci.

  1. Korosifitas

Sifat korosifitas adalah kemampuan suatu zat atau benda untuk dapat mengisi lapisan pada benda-benda lainnya. Sebagai contoh adalah asam klorida (HCl) memiliki tingkat korosifitas tinggi karena dapat mengikis kotoran, mengikis logam, mengikis jaringan tumbuhan, hewan dan manusia.

Asam sulfat adalah contoh bahan lainnya yang mempunyai tingkat korosifitas tinggi.

Persamaan Reaksi Kimia

Untuk memudahkan analisis reaksi kimia maka dibuatlah persamaan reaksi kimia. Persamaan reaksi kimia berbentuk pernyataan matematis untuk melambangkan terbentuknya zat baru dari zat reaktannya. Penulisan persamaan reaksi kimia dengan reaktan di sisi kirinya dan produk di sisi kanannya.

Antara reaktan dan produk dihubungkan oleh anak panah. Contoh persamaan reaksi kimia adalah reaksi antara karbid yang dimasukkan ke dalam air. Karbid dan air adalah reaktan sementara produknya adalah gas asetilena dan kalsium hidroksida. Berikut persamaan reaksinya:

CaC2 (Kalsium karbida atau karbid) + 2 H2O (air) → C2H2 (Gas asetilena) + Ca(OH)2 (Kalsium hidroksida)

Satu hal yang harus dipahami saat menuliskan persamaan reaksi kimia adalah prinsip kekekalan massa. Prinsip ini mengharuskan persamaan kimia di sisi kiri yakni reaktan dan di sisi kanan yakni produk harus seimbang jumlah atomnya.

Ciri-Ciri Reaksi Kimia

  1. Menyebabkan Perubahan Warna

Reaksi kimia dapat menyebabkan perubahan warna pada suatu zat yang bereaksi. Sebagai contoh reaksi kimia yang dialami oleh pagar rumah dari logam akibat terkena air hujan dan panas matahari terus-menerus.

Air hujan terutama hujan asam yang mengenai logam pada pagar akan bereaksi menyebabkan warna pagar menjadi pudar. Bahkan pagar yang terbuat dari logam tersebut bisa memunculkan karat. Karat yang muncul di pagar akibat reaksi kimia antara logam dengan oksigen serta air dari udara.

Reaksi ini menyebabkan terbentuknya zat baru yakni oksida besi.

  1. Pembentukan Presipitasi

Ketika ada dua cairan dicampurkan di dalam wadah, maka dapat terbentuk zat padat yang mengendap di bagian bawah wadah. Terbentuknya endapan baru ini membuktikan telah terjadinya reaksi kimia pada kedua cairan tersebut.

Reaksi presipitasi banyak dimanfaatkan untuk menjamin bahwa air yang digunakan aman untuk digunakan. Formasi presipitasi banyak diaplikasikan pada fasilitas pemurnian air dengan menambahkan sejumlah bahan kimia yang akan mengendapkan kotoran di dalam air.

  1. Menyebabkan Perubahan Suhu

Saat reaksi kimia terjadi, maka energi akan diserap atau dilepaskan ke dalam atau dari zat tersebut. Ketika zat menyerap atau melepaskan energi, maka akan terjadi perubahan suhu pada zat tersebut. Sejumlah besar energi yang diserap ke dalam zat apabila diukur akan menyebabkan suhu meningkat.

Contoh reaksi kimia menyebabkan perubahan suhu seperti kembang api yang mengandung zat pengoksidasi dan bahan bakar. Zat pengoksidasi tersebut akan memecah bahan bakar sehingga bahan bakar melepaskan sejumlah energi yang dikonversi menjadi cahaya dan suhu.

  1. Dapat Menimbulkan Gas

Salah satu tanda mudah untuk melihat apakah terjadi reaksi kimia atau tidak adalah produksi gas. Contoh reaksi kimia yang menimbulkan gas adalah pada pengembangan adonan roti oleh ragi roti. Saat adonan didiamkan selama beberapa waktu, maka adonan mengembang menjadi lebih besar karena diisi oleh gas.

Gas karbon dioksida yang terbentuk di dalam adonan roti menunjukkan bahwa reaksi kimia telah terjadi.

Contoh Soal Reaksi Kimia

Setarakan persamaan reaksi kimia di bawah ini:

a. H2SO4 (aq) + NaOH (aq) → Na2SO4 (aq) + H2O (l)

b. H2O (l) + Na (s) → NaOH (aq) + H2 (g)

Pembahasan

Jawab:

a. H2SO4 (aq) + NaOH (aq) → Na2SO4 (aq) + H2O (l)

Untuk menyetarakan persamaan reaksi kimia, maka dengan menghitung jumlah masing-masing atom di sisi kanan dan kiri harus berjumlah sama. Atom S dan O memiliki jumlah atom yang sama di kiri dan kanan. Sementara atom Na dan H berbeda sehingga harus disetarakan menjadi:

H2SO4 (aq) + 2 NaOH (aq) → Na2SO4 (aq) + 2 H2O (l)

b. H2O (l) + Na (s) → NaOH (aq) + H2 (g)

Pada persamaan reaksi kimia di atas, atom H di sisi kiri ada 2 sementara di sisi kana nada 3. Jumlah atom O dan Na di sisi kanan dan kiri sama. Sehingga persamaan reaksi kimia disetarakan menjadi:

2 H2O (l) + 2 Na (s) → 2NaOH (aq) + H2 (g)

Fenomena reaksi kimia sangat banyak terjadi di lingkungan sekitar. Reaksi kimia bisa terjadi baik di dalam tubuh manusia hingga pada objek benda di sekitar. Ciri-ciri terjadinya reaksi kimia sangat erat kaitannya dengan sifat kimia pada suatu zat ketika zat mengalami perubahan atau reaksi menjadi zat lainnya.

Kembali ke Materi Kimia