Anuitas: Pengertian, Jenis, Rumus, Bunga, Tabel & Contoh Soal

Sebagian besar orang kurang memahami istilah anuitas yang sebenarnya berasal dari ilmu ekonomi. Istilah tersebut digunakan dalam dunia perbankan saja. Oleh karena itu, orang yang bekerja dalam dunia perbankan sudah paham sekali dengan anuitas.

Tetapi, sebagai khalayak umum tidak ada salahnya mempelajari apa itu anuitas. Jika sudah memahami salah satu istilah dalam ilmu ekonomi tersebut maka akan meminimalkan terjadinya kerugian saat melakukan transaksi di bank maupun lembaga keuangan lainnya.

Pengertian Anuitas

Apa itu anuitas? Istilah dalam ilmu ekonomi memiliki arti kegiatan transaksi atau pembayaran yang harus dilakukan pada  jangka waktu tertentu dengan jumlah yang sama secara konstan dan berkala. Khalayak umum memahaminya dengan istilah cicilan atau kredit, tetapi sebenarnya berbeda.

Cicilan istilahnya sangat dekat dengan kredit, sedangkan istilah anuitas lebih dekat dengan arah debit. Contohnya, pada kegiatan pembayaran premi asuransi maka saat nasabah menggunakan anuitas akan lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu, anuitas juga membantu nasabah untuk bertransaksi.

Jenis Anuitas

Setelah mengetahui apa itu anuitas, sebaiknya Anda juga mengetahui jenis-jenisnya agar lebih memahami istilah tersebut.

  1. Deferred Annuity

Deferred Annuity yaitu anuitas tangguhan yang mempunyai metode pembayaran setelah sudah berjalan dalam beberapa periode sehingga penerimaannya akan ditahan, seperti saat melakukan pembayaran bunga deposito.

  1. Immediate Annuity

Immediate Annuity merupakan anuitas dengan pembayaran yang dilakukan secara langsung, seperti saat melakukan pembayaran untuk kredit mobil.

  1. Ordinary Annuity

Ordinary Annuity disebut dengan anuitas biasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan metode pembayaran yang dilakukan oleh nasabah pada akhir periode tertentu, seperti saat membayar hipotek.

  1. Due Annuity

Due Annuity merupakan anuitas yang proses pembayaran dilakukan pada akhir periode. Istilah due annuity dikenal juga dengan anuitas tempo sehingga pembayarannya dilakukan pada awal periode, seperti saat pembayaran sewa sampai setoran tunai untuk menabung.

Rumus Anuitas

Keterangan dari Rumus Anuitas yaitu:

  • SP yaitu saldo pokok pinjaman di bulan sebelumnya.
  • i yaitu suku bunga per tahun.
  • 30 yaitu jumlah hari dalam satu (1) bulan.
  • 360 yaitu jumlah hari dalam satu (1) tahun.

Tetapi,  rumus tersebut masih dikembangkan menjadi seperti ini:

Keterangan dari rumus anuitas yaitu:

  • P yaitu pokok pinjaman.
  • i yaitu suku bunga.
  • t yaitu periode kredit.
  • Tabel Anuitas

Bunga Anuitas

Bunga anuitas disebut sebagai modifikasi bunga efektif dengan menggunakan rumus perhitungan yang adil dengan mengambilnya dari sisa pokok yang masih terhutang.

Bunga efektif dengan bunga anuitas mempunyai perbedaan dari jumlah cicilan setiap bulan. Biasanya cicilan bunga efektif memiliki pembayaran yang menurun setiap periodenya, sedangkan cicilan bunga anuitas selalu tetap sehingga bunga anuitas sering dipakai sebagai perhitungan kredit jangka panjang, seperti kredit rumah.

Untuk rumus menghitung angsuran anuitas per bulan yaitu:

Keterangan dari rumus tersebut yaitu:

  • P merupakan pokok pinjaman
  • i merupakan suku bunga per tahun
  • t merupakan lama kredit dalam bulan

Contoh Soal Anuitas

Riza berhutang ke bank dengan jumlah Rp. 6.000.000,00 dengan metode anuitas untuk melunasi hutangnya. Jumlah besaran yang dibayarkan yaitu Rp. 1.000.000,00 dengan suku bunga 2% per bulan. Hitunglah perhitungan angsurannya setiap bulan dan buatlah tabel anuitas.

Pembahasan

Diketahui:

M = 6.000.000
b = 2% = 0.02
A= anuitas = 1.000.000

  • an  yaitu angsuran pada bulan ke-n
  • bn yaitu bunga pada akhir bulan ke-n
  • Mn yaitu sisa utang pada bulan ke-n ;

Jawaban:

  1. Angsuran pertama

M1 = 6 x 106 = Rp. 1.000.000,00

Bunga = 0,002 x 6 x 106 = Rp. 100.000,00

Angsuran pertama = Rp. 1.000.000,00 – Rp. 100.000,00 = Rp. 900.000,00

  1. Angsuran kedua

M2 = 6 x 106 – Rp. 900.000 = Rp. 5.100.000,00

Bunga = 0,02 x 5.100.000 = Rp. 102.000,00

Angsuran kedua = Rp. 1.000.000,00 – Rp. 102.000,00 = Rp. 898.000,00

  1. Angsuran ketiga

M3 = Rp. 5.100.000,00 – Rp. 898.000,00 = Rp. 4.202.000,00

Bunga = 0,02 x Rp. 4.202.000 = Rp. 84.040,00

Angsuran ketiga = Rp. 1.000.000,00 – Rp. 84.040,00 = Rp. 915.960,00

  1. Angsuran keempat

M4 = Rp.  4.202.000,00 –  Rp. 915.960,00 = Rp. 3.286.040,00

Bunga = 0,02 x Rp. 3.286.040   = Rp. 65.720,8

Angsuran keempat = Rp. 1.000.000,00 – Rp. 65.720,8 = Rp. 934.279,2

  1. Angsuran kelima

M5 = Rp. 3.286.040,00 –  Rp. 934.279,2 = Rp. 2.351.760,8

Bunga = 0,02 x Rp. 2.351.760,8 = Rp. 47.035,216

Angsuran kelima = Rp. 1.000.000,00 – Rp. 47.035,216 = Rp. 952.964,784

  1. Angsuran keenam

M6 = Rp. 2.351.760,8 –  Rp. 952.964,784= Rp. 1.398.769,02

Bunga = 0,02 x Rp. 1.398.769,02 = Rp. 27.975,3804

Angsuran ke-6 = Rp. 1.000.000 –Rp.  27.975,3804 = Rp. 972.024,62

  1. Angsuran ketujuh

M7 = Rp.1.398.769,02 –  Rp 972.024,62 = Rp. 426.744,4

Bunga = 0,02 x 426.744,4 = 8.534,888

Angsuran ke-7 = Rp. 1.000.000 – Rp. 8.534,888 = Rp. 991.465,112

Dari perhitungan tersebut maka dapat diketahui hutang Riza akan lunas dalam waktu 7 bulan.

Tabel Anuitas

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian, jenis, rumus, tabel, bunga & contoh soal anuitas untuk memudahkan Anda lebih memahami ilmu ekonomi yang berkaitan dengan dunia perbankan tersebut. Semoga bermanfaat.

Kembali ke Materi Ekonomi